“Musykilah” Hajian Dalam Negeri Arab Saudi

Posted on Posted in Info Haji

Menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci adalah idaman setiap muslim untuk melengkapi rukun Islam yang ke-5. Hanya saja, kaum muslimin di Tanah Air harus “ekstra super sabar,” mengingat antrian tahunan untuk mendapat giliran berangkat haji.

Berbeda dengan warga Indonesia yang sedang bermukim di Arab Saudi, memiliki kesempatan yang jauh lebih banyak untuk hajian tanpa mengantri puluhan tahun.

Siapapun ekspatriat yang memiliki izin tinggal resmi di Saudi (iqomah) dan masih berlaku, dapat menunaikan hajian sesegera mungkin.

Hanya saja, dalam beberapa tahun terakhir ini, pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Haji dan Umrah melakukan beberapa perubahan sistem pendaftaran hajian domestik (lokal).

Di antaranya, pendaftaran haji melalui portal Kementerian Haji dan Umrah dengan biaya yang relatif mahal.

Sebelumnya, masyarakat Saudi atau ekspatriat dapat mengurus perizinan (Tasreh) haji ke Direktorat Imigrasi dengan biaya yang relatif terjangkau, tetapi mulai 2014 diberlakukan sistem online.

Persyaratannya, cukup dengan iqomah yang masih berlaku, mengingat semua data di iqomah tersebut terhubung dengan pemerintah Saudi yang dapat menentukan layak (eligible) tidaknya mendapatkan tasreh haji.

Sebenarnya, dengan sistem online ini, mempermudah pendaftaran hajian, tetapi faktanya sebagian warga Indonesia yang tinggal di Saudi masih “gaptek” (gagap teknologi), sehingga mengalami kesulitan untuk mendaftar secara mandiri.

Di antara “musykilah” lainnya terkait dengan proses hajian di Saudi, biaya paket hajian yang ditetapkan pemerintah Saudi dirasa cukup mahal.

Meskipun ada paket “Ekonomi” mulai SR 3,465, tetapi kuotanya sangat terbatas, yaitu hanya 36,146 tasreh saja, yang akan diperebutkan puluhan juta warga Saudi dan ekspatriat.

Sementara paket lain yang ditawarkan seharga SR 6,508 sampai dengan SR 11,905, adalah “Hospitality” atau “Guest” sejumlah 184, 341 tasreh.

Belum lagi, mayoritas jemaah haji Indonesia berharap hajian bersama dengan sesama warga Indonesia dalam satu grup dan tersedianya pembimbing (muthowwif) selama manasik haji.

Di antara solusinya, warga Indonesia yang berniat melaksanakan hajian, dapat bergabung dengan grup rombongan haji yang diorganisir oleh masyarakat Indonesia sendiri. Berikut di bawah ini informasi dengan grup Hajian Bersama Kami.

 

BagikanShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *