Hajian Dari Dalam Negeri Arab Saudi

Posted on Posted in Info Haji

Warga Indonesia yang tinggal di Arab Saudi memiliki kesempatan hajian lebih mudah dan murah dari pada harus berangkat hajian dari Tanah Air.

Ya, Anda bisa bayangkan, untuk berhaji dari Indonesia, dibutuhkan paling cepat mengantri 11 tahun, itupun di beberapa daerah yang tidak padat penduduk, seperti Maluku atau Sulut.

Di daerah padat penduduk seperti Jawa, Aceh, bahkan dari Kalimantan Selatan pun minimal Anda baru bisa hajian setelah 24 tahun mengantri. Lihat infografik di bawah ini.

Meskipun pemerintah Indonesia telah mendapatkan jatah tambahan 10.000 haji pada tahun ini, antrian tetap saja masih panjang bertahun-tahun. Selain itu, biaya haji dari indonesia relatif lebih mahal dari pada negara lain di Asia Tenggara.

Maka, jika Anda masih berdomisili di Arab Saudi, jangan sia-siakan waktu tersebut untuk melengkapi rukun Islam ke-5, berhaji ke Baitullah.

Yang menjadi tantangan klasik bagi masyarakat Indonesia yang akan hajian domestik dari dalam negeri Arab Saudi, di antaranya:

  • Tidak mengerti prosedur berangkat haji ke Tanah Suci karena beberapa faktor seperti bahasa, sistem pendaftaran haji, dan lain-lain.
  • Jika telah mengerti peraturan hajian domestik, tidak menemukan rombongan haji sesama warga Indonesia.
  • Ingin hajian dengan bimbingan ustadz (muthowwif) yang berbahasa Indonesia.
  • Menginginkan biaya murah dengan fasilitas yang maksimal.
  • Izin dari tempat bekerja (perusahaan / sponsor).
  • Kurang niat, padahal kesempatan ada.
  • Dan lain-lain.

Sebagai solusi dari berbagai macam tantangan di atas, kami akan coba ulas satu persatu di artikel berikutnya.[]

BagikanShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *