Mengenal Tempat Dimulainya Berihram

Posted on Posted in Bimbingan, Gambar Dakwah

 

Tempat dan waktu dimulainya seseorang yang berniat untuk menunaikan umrah ataupun haji disebut miqot. Kata miqot diambil dari kata al-waqtu, yang dimaksudkan adalah waktu dan tempat. Di miqot inilah laki-laki mulai mengenakan pakaian ihram (dua buah kain yang menutupi bagian atas dan bawah), adapun wanita menggunakan pakaian apa saja yang menutupi aurat.

1. Miqot Penduduk Madinah

Bagi penduduk kota Madinah al-Munawwarah yang ingin menunaikan ibadah haji ataupun umrah, mulai berihram di miqot Dzul Huliifah. Dzuu artinya “yang memiliki,” dan al-huliifah adalah suatu jenis pohon yang telah dikenal. Tempat ini disebut Dzul Huliifah karena banyaknya pepohonan di tempat tersebut. Lokasinya sekitar 6 atau 7 mil dari kota Madinah, atau 10 hari perjalanan dari kota Makkah di jaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Miqot ini yang paling jauh jaraknya dari kota Makkah.

2. Miqot Penduduk Syam, Mesir, dan Maroko

Penduduk Syam meliputi Palestina, Suriah, Libanon, Yordania dan yang searah denganya. Adapun penduduk Mesir dan Maroko yang dapat menempuh perjalanan dengan darat melintas benua Afrika ke Asia, mereka melewati satu miqot dengan Syam di Al-Juhfah.

al-Juhfah merupakan kampung lama yang memiliki kontur tanah jurang dan curam. Tempat ini juga yang dijadikan lokasi melarikan wabah penyakit sebagaimana doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang memohon kepada Allah untuk memindahkan wabah penyakit dari Madinah ke Al-Juhfah: “Ya Alah Allah, pindahknlah demamnya – di Madinah, ke Al-Juhfah.” (HR Riwayat Al-Bukhari no 1889m Muslim no. 1376). Pemindahan wabah penyakit ke Al-Juhfah, karena saat itu penduduknya kaum kafir.

Saat al-Juhfah menjadi tempat yang tidak layak dan tidak cocok lagi bagi (miqot) para haji, maka dipindahkan ke Rabigh, hingga saat ini menjadi miqot bagi jamah haji dan umrah. Lokasi Rabigh sedikit lebih jauh ke kota Makkah daripada Al-Juhfah, sekitar 3 hari perjalanan atau 7 hari perjalanan ke Madinah, tempo dulu.

3. Miqot Penduduk Yaman

Miqot bagi penduduk Yaman adalah Yalamlam, dinamai ini konon karena terdapat gunung Yalamlam, yang saat ini disebut sebagai Al-Sa’diyah, sebelah barat kota Makkah. Miqot ini cukup dikenal bagi masyarakat di sana.

4. Miqot Penduduk Najd

Bagi penduduk Najd miqotnya adalah Qornul Manazil, yang saat ini dikenal sebagai Al-Sail Al-Kabir. Disebut pula sebagai Qornul Tsa’alib, tetapi pendapat yang kuat mengatakan bahwa Qarnul Tsa’alib adalah pegunungan di Arofah, bukan Qarnul Manazil yang dimaksud sebagi miqot.

5. Miqot Penduduk dari arah Timur

Miqotnya disebut Dzatu ‘Iraq, dikatakan demikian karena berlokasi di gunung kecil.

Ketiga miqot terakhir di atas; Yalamlam, Qornul Manazil, dan Dzatu Iroq, semuanya tidak jauh dari Makkah, sekitar 2 malam perjalanan di zaman dulu. Dzatu Iroq yang terjauh dari ketiga miqot ini.

Pada saat ini, nama-nama miqot di atas  telah berubah, seperti Dzul Huliifah menjadi Abyar Ali, Al-Juhfah berganti tempat menjadi Rabigh, Yalamlam dinamai As-S’adiyah, Qarnul Manazil dikenal sebagai Al-Sail Al-Kabir, dan Dzatu Iroq disebut Adh-Dhoriibah. Akan tetapi tempat-tempat miqot tersebut tidak berubah dan dikenal secara luas oleh kaum muslimin.

Bagi jamaah haji dan umrah yang melewati kelima miqot di atas, maka diharuskan berihram dari masing-masing tempat tersebut. Adapun penduduk Makkah, maka berihram dari tempat tinggalnya di Makkah. Tidak dibebankan kepada seseorang untuk pergi ke miqot lainnya, jika telah melewati satu miqot yang dilewati. Inilah salah bentuk kemudahan yang Allah berikan kepada hambaNya.

*) Diringkas dari dari kitab al-Syarhu al-Mumthii’ ala Zaadi al-Mustaqni’ oleh Syaikh Muhammad Sholeh al-Utsaimin, rahimahullahu, al-mujallad 7, bab al-Mawaqiit. 

BagikanShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *