Haji Untuk Selainnya (Haji Badal)

Posted on Posted in Info Haji

Menghajikan orang lain, terbagi menjadi dua pembahasan:

Pertama, menghajikan orang lain tanpa ganti ongkos hajian, ini diperbolehkan akan tetapi untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan melakukan perbuatan ihsan kepada yang menghajikan, terkadang juga dapat menyambung silaturrahmi jika yang menghajikan masih kerabat saudara.

Kedua, Menghajikan orang lain dengan ganti ongkos hajian, ini terbagi 2:

Pertama, mengambil ongkos biaya hajian dan hadyu serta memberikan bekal selama perjalanan saja. Maka ini tidak mengapa, serta mendapatkan manfaat bagi kedua belah pihak (yang dihajikan dan yang menghajikan).

Kedua, orang yang menggantikan haji mengambil upah lebih, ini menjadi perselisihan di antara ahlu ilmu, Abu Hanifah dan Imam Ahmad melarang hal ini sebagaima riwayat tentang larangan mengharapkan balasan dunia dengan amalan akherat. Sementara Imam Malik dan Syafi’i membolehkannya, berdasarkan riwayat yang membolehkan mengambil upah dari ruqyah.

Hanya saja, ahlu ilmi membedakan antara orang yang mengambil upah untuk berhaji dan yang berhaji untuk mencari upah, ini dikembalikan kepada niat.

(Dari pelajaran Syaikh Sa’ad Nashir Asy-syitsri, hafizahullah, shubuh hari, 26 Dzulqodah 1437, di Masjidil Haram)

Untuk menggunakan jasa badal haji, silahkan hubungi nomor 0565014888

 

BagikanShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *