Amalan Haji pada 10 Dzulhijjah

Posted on Posted in Bimbingan, Gambar Dakwah

Mari kita perhatikan apa yang harus dilakukan oleh jama’ah haji pada hari ‘Idul Adha (10 Dzulhijjah)? Jama’ah haji pada hari ‘Idul Adha melakukan: melontar jumrah ‘Aqabah, lalu menyembelih hady (hewan kurban), lalu mencukur atau memendekkan rambut kepala, lalu thawaf, dan kemudian sa’i. Itulah lima manasik haji yang dikerjakan secara berurutan, namun jika dilakukan tidak secara berurutan maka tidaklah mengapa, karena pada suatu ketika Rasulullah shalallaahu alaihi wasalam ditanya tentang mendahulukan yang satu dan menunda yang lain, maka setiap pertanyaan tentang mendahulukan dan mengakhirkan salah satu dari lima macam manasik tersebut beliau jawab, “Lakukanlah dan tidak mengapa”.

Karena itu, jika dari Muzdalifah langsung menuju Mekkah, lalu di sana melakukan thawaf dan sa’i kemudian ke Mina dan melontar, maka tidak mengapa; seandainya melontar lalu mencukur rambut sebelum menyembelih hady juga tidak mengapa; jika melontar lalu pergi ke Mekkah dan mengerjakan thawaf dan sa’i, juga tidak mengapa; dan jikalau setelah melontar, menyembelih dan mencukur rambut lalu pergi ke Mekkah dan melakukan sa’i sebelum melakukan thawaf, juga tidak mengapa. Yang penting adalah bahwa mendahulukan salah satu di antara lima macam manasik tersebut terhadap yang lainnya boleh-boleh saja, karena setiap pertanyaan yang diajukan kepada Rasulullah shalallaahu alaihi wasalam tentang hal tersebut beliau jawab, “Lakukan dan tidak mengapa”.

sumber: http://www.alsofwah.or.id/?pilih=lihatfatwa&id=736

BagikanShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *